7

Tinjauan Dampak Penetapan HPP oleh Pemerintah

Posted by Gamada 08 on May 6, 2011 in Catatan Mahasiswa

Pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras  sejak 1 Januari 2010, menyusul dikeluarkannya Instruksi Presiden No 7/2009 pada 29 Desember tentang kebijakan perberasan(Seputar Indonesia, 2 Januari 2010). Tujuan dari kenaikan HPP tersebut adalah untuk memberikan perlindungan kepada petani padi agar memperoleh pendapatan usaha tani yang layak.

Dengan adanya perubahan HPP ini jelas memberikan konskuensi yaitu secara otomatis pemerintah harus memberikan sokongan subsidi yang lebih besar lagi terhadap pangan. Di sisi lain kenikan HPP akan membuat harga beras naik sekitar sekian persen setahun. Kenaikan harga beras di tingkat petani tentu merupakan suatu hal yang baik sebab menambah pendapatan petani sehingga akan meningkatan daya beli petani. Di lain pihak, kenaikan harga beras menjadi kabar buruk bagi konsumen terutama bagi rumah tangga miskin, termasuk petani padi untuk membeli beras. Menurut analisa pangan,  pangsa pengeluaran untuk beras terhadap pengeluaran pangan untuk kelompok rumah tangga berpendapatan rendah mencapai 21,8%.

Kondisi tersebut tentu akan memberikan beban kepada penduduk berpenghasilan rendah untuk memenuhi pangan. Masih sejalan dengan argumen sebelumnya bahwa kenaikan harga pangan berarti meningkatkan pula pengeluaran yang bisa berdampak langsung pada jumlah penduduk miskin. Dampak buruk lainnya adalah timbulnya inflasi sebagi akibat dari kenaikan harga yang disebabakan oleh tingginya pengeluaran masyarakat untuk pangan.

Kebijakan harga pangan merupakan instrumen kebijakan yang cukup penting menuju pada tingkat kesejahteraan petani, namun pemerintah juga perlu berhati-hati dalam merumuskan kebijakan tersebut sebab tidak semua penduduk Indonesia adalah petani dan tidak semua petani Indonesia menjual semua produk pertaniannya karena ada sebagian hasil pertanian yang dikonsumsi sendiri. Kecenderungan yang terjadi di lapangan adalah harga pangan tingkat domestik lebih rendah daripada pangan dunia. Kondisi tersebut justru akan menyebabkan ketimpangan harga. Sehingga wajar jika harga pangan dunia naik belum tentu mengubah kondisi atau pendapatan petani domestik.

Oleh karena itu ada beberapa masukan untuk mengoptimalkan kebijakan HPP diantaranya adalah:

1.  Dengan HPP yang naik setiap tahun, usaha tani padi telah memperoleh pendapatanyang layak. Namun, mengingat perkembangan harga saat ini dan perbandingannya dengan harga di pasar internasional,harga gabah perlu disesuaikan.Penyesuaian didasarkan atas beberapa hal misalnya inflasi, pengaruh musim, masa paceklik, dll.

2. Usaha di satu pihak akan lebih berhasil jika didukung dengan usaha lain sehingga jika sewaktu-waktu usaha pertama mengalami kegagalan maka masih bisa didorong oleh usaha yang lain maka kebijakan HPP akan lebih efektif jika disertai dengan dilakukannya kebijakan lain yang berdampak pada penurunan biaya produksi misalnya subsidi pupuk, benih, kredit dan meningkatkan fasilitasi nonharga (irigasi, infrastruktur lainnya, bantuan alat pascapanen).

 
6

Peran Sektor Pertanian di Indonesia

Posted by Gamada 08 on Apr 11, 2011 in Catatan Mahasiswa

Berdasarkan data BPS, distribusi prosentase PDB menurut lapangan pekerjaan tahun 2009 tercatat untuk sektor pertanian sebesar 9.5 %. Khusus untuk tanaman bahan pangan terjadi kenaikan 0,4% dari tahun sebelumnya sedangkan untuk tanaman perkebunan mengalami penurunan 0,1% sehingga total secara year to year kenaikan distribusi PDB sektor pertanian hanya 0,3%. Padahal, kita tahu bahwa sebagaian besar atau 42,76% penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Hal ini tentu menjadi perhatian besar kita bersama untuk merevitalisasi sektor pertanian agar mampu lebih produktif dan menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia.

Potensi sektor pertanian sangat besar dalam membangun perekonomian bangsa. Salah satu sub sektor yang memiliki peran straegis itu adalah sub sektor perkebunan. Subsektor perkebunan memiliki posisi yang tak bisa diremehkan. Dengan orientasi pasar ekspor, perkebunan merupakan salah satu subsektor andalan dalam menyumbang devisa. Produk karet, kopi, kakao, teh dan minyak sawit adalah produk-produk dimana lebih dari 50% dari total produksi adalah untuk ekspor. Hingga tahun 2004, subsektor perkebunan secara konsisten menyumbang devisa dengan dengan rata-rata nilai ekspor produk primernya mencapai US$ 4 miliar per tahun. Nilai tersebut belum termasuk nilai ekspor produk olahan perkebunan, karena ekspor olahan perkebunan dimasukkan pada sektor perindustrian.

Dalam pengembangannya, industri-industri pertanian tidaklah lepas dari perkembangan teknologi. Pemanfaatan hasil pertanian sebagai bahan baku industri mampu memberikan konstribusi tenaga kerja sehingga tingkat pengangguran berangsur menurun. Peran tenaga ahli di bidang pertanian menjadi sangat penting bagi kemajuan di industri pertanian. Hal ini memungkinkan terbukanya peluang besar bagi penyerapan tenaga karja sehingga dapat dikatakan sektor pertanian juga memiliki kontribusi dalam mengurangi pengangguran.

Kemajuan di sektor pertanian akan menjadi lokomotif terbentuknya usaha-usaha baru di bidang industri pengolahan pertanian. Salah satu usaha baru yang memiliki peran strategis dalam perkembangan perekonomian adalah bidang agribisnis. Sekarang ini banyak bermunculan usaha-usaha yang memberikan nilai tambah pada produk-produk pertanian misalnya memanfaatan pelepah pisang yang dibuat menjadi berbagai kerajinan tangan; biji-biji jarak kemudian diolah menjadi biodiesel. Melihat kecenderungan tersebut tentu saja sangat mungkin terbukanya peluang yang besar terciptanya lapangan usah baru yang memanfaatkan produk pertanian sebagai bahan dasarnya. 

 

 
8

Memaknai Judul

Posted by Gamada 08 on Mar 7, 2011 in Catatan Mahasiswa

Merekonstruksi makna “Kebijakan Pembangunan Pertanian dan Perdesaan” berarti merunut satu per satu kata yang membentuk kalimat tersebut. Seperti yang bisa kita lihat ada empat susunan kata yang perlu kita telaah untuk memahami dan menyelami pengertian yang terkandung di dalam kalimat tersebut. Kata pertama adalah apa definisi “kebijakan”? Kebijakan adalah suatu proses tindakan yang bermuara pada pengambilan keputusan untuk memecahkan suatu permasalahan. Definisi ini mencoba untuk menjelaskan bahwa suatu kebijakan itu diambil karena adanya suatu permasalahan. Masalah-masalah yang ada di sekitar kita sangat banyak baik yang berkaitan dengan masalah ekonomi, politik, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Upaya pencarian solusi inilah kemudian memerlukan suatu tindakan untuk sebuah pengambilan keputusan. Suatu keputusan yang diambil selalu didasarkan atas banyak sekali pertimbangan yang itu menurut pengambil keputusan adalah yang terbaik untuk memecahkan masalah.

Salah satu kebijakan yang pernah diterapkan pemerintah untuk memecahkan problem pertanian misalnya adalah kebijakan subsidi pupuk yang bertujuan untuk membantu petani mendapatkan pupuk. Pupuk sangat membantu petani untuk meningkatkan hasil panen. Pupuk diberikan kepada tanaman guna mempercepat tumbuhnya tanaman dengan baik sehingga petani bisa memanen tanamannya dengan lebih sering dan banyak.

Kata selanjutnya adalah definisi kata “pembangunan”. Banyak definisi mengenai arti pembangunan, salah satunya adalah proses perubahan secara dimensional yang memuat perubahan-perubahan sosial, sikap-sikap masyarakat, dan institusi-institusi sosial (Todaro). Disisi lain pembangunan dapat juga perubahan dari suatu kondisi nasional tertentu menuju kondisi nasional lain yang lebih menyejahterakan (Saul M. Kant), dan dengan definisi tersebut dapat kita mengartikan pembangunan sebagai proses transformasi yang lebih mengarah pada tujuan yang lebih baik dan kemajuan atau perubahan sosial. Berdasarkan definisi tersebut kita bisa memakainya untuk melihat contoh-contoh pembangunan dalam pertanian.

Selama ini pembangunan pertanian khusunya di Indonesia sudah banyak dilakukan dan cukup memberikan hasil yang baik bagi perekonomian. Diantara contoh yang  bisa kita amati ada adalah adanya perubahan pola pertanian yang dahulu dilakukan secara turun temurun sekarang ada pertanian yang dilakukan secara enteprise yaitu dengan model Perusahaan Inti Rakyat yang dikelola lebih maju.

Berikutnya adalah definisi “pertanian” atau dalam bahasa Inggris disebut agriculture. Kata agriculture merupakan gabungan kata dari agri dan culture. Kata agri merujuk pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup. Seiring dengan bertambah majunya aktivitas yang dikerjakan masyarakat tersebut lalu kemudian menjadi sebuah kebiasaan. Dengan kata lain, agri dapat berarti teknik-teknik kehidupan yang dikembangkan suatu masyarakat untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Sedangkan kata ke dua adalah culture yang merupakan hasil interaksi masyarakat dengan alam atau nature. Hasil interaksi ini menghasilkan suatu nilai-nilai yang tercermin dari sikap dan perilaku kehidupan masyarakat. Kalau dalam kehidupan sehari-hari kita bisa melihat agriculture itu adalah kegiatan bercocok tanam, bersawah, berladang, berkebun, dan lain sebagainya.

Kegiatan bertani, bercocok tanam, berkebun, dan lain sebagainya itu biasanya merupakan suatu aktifitas yang sebagian besar dilakukan oleh masyarakat pedesaan. Definisi terakhir yaitu “perdesaan” itu sendiri mengandung arti tempat di mana kagiatan agriculture berkembang dan mengalami peleburan dengan kondisi kehidupan sosial masyarakat. 

 

 
8

Pertumbuhan Berkualitas

Posted by Gamada 08 on Jul 8, 2010 in Catatan Mahasiswa

Pertumbuhan yang berkualitas adalah suatu pertumbuhan yang tidak hanya ditunjukkan oleh semakin baiknya di satu bidang semata sementara bidang-bidang yang lainnya ditinggalkan. Nampaknya fenomena tersbut sedang dialami oleh NSB (Negara Sedang Berkembang) seperti Indonesia. Sebagaimana teori pertumbuhan Chenery bahwa di NSB ditandai dengan produktivitas yang rendah.

Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan menurunnya share dari sektor pertanian dari tahun-ke tahun yang di Indonesia sekarnag tinggal 11-15 % dari PDB sementara sektor manufaktur terus menanjak hingga 40 % dari PDB lalu sektor jasa juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan sektor-srktor yang lain. Namun ternyata pertumbuhan di setiap sektor tersbut kurang didukung dengan penambahan di bidang infrasrtuktur.

Sebagaimana kita lihat pertumbuhan sektor ii mengalami stagnanisasi. Untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas memang perlu keseimbangan di masing-masing sektor. Salah satu analogi yang bisa manggambarkan kondosi di atas adalah suasana kemacetan yang terjadi di setiap tempat di kota-kota besar penyebabnya adalah jumlah kendaraan yang ada melebihi kapsitas jalan yang tersedia. Bolehlah kendaraan-kendaraan yang berlalu lalang di jalan raya itu adalah mobil keluaran tahun 2008 ke atas, namun apalah artinya jika kondisi jalannya tidak mampu menampung kendaraan-kendaraan yang mewah tersbut, lucu kan. Jadi kesimpulannya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas itu mensyaratkan tidak hanya satu bidang yang diunggulkan, tetpi asing-masing bidang yang ada harus saling mendukung satu sama lain.

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mmendengar apa itu harga keekonomian. Sebagai contoh ada artikel di koran yang menuliskan bahwa, “ Harga keekonomian gas adalah Rp 12.000”. Sebenarnya apa sih harga keekonomian itu? Menurut informasi yang bersumbur dari diskusi kelas, kami mengetahui bahwa harga keekonomian adalah harga kesepakatan yang terbentk dari proses permintaan dan penawaran atau dalam bahasa ekonomi disebut harga keseimbangan. Jadi mungkin saja harga keekonomian gas di suatu tempat dengan tempat lain itu berbeda tergantung dari berapa besarnya harga keseimbangan yang terbentuk.

Harga suatu barang tergantung dari seberapa besar masyarakat menilai barang tersbut tinggi atau rendah. Menulis tentang harga kurang afdhal jika tidak menyinggung faktor pembentuk harga itu sendiri. Sebenarnya seberapa besar sih nilai suatu bangunan itu? Hal tersebut dapat dijawab dengan menganalisis nilai fisik barang tersbut. Secara akuntansi nilai fisik suatu barang adalah fungsi dari depresiasi barang tersbut selama periode pada saat bangunan itu dibangun hingga saat kita hitung. Berbeda antara ahli akuntansi dengan ekonom yang memasukkan variabel lain sebagai alat analisis dalam menentukan nilai suatu bangunan.

Ahli ekonomi juga memperatikan alam sebagai aset yang kemudian oleh ahli akuntansi disebut sebagai green accounting. Jika kita mengamati pembangunan ekonomi sebagian besar teorinya dilahirkan oleh orang-orang barat, maka apakah sebenarnya hal tersbut maksudnya teori-teorinya ditujukan untuk meningktkan kesjahteraan masyrakat, utamanya NSB. Tidak dapat dipungkiri bahwa pertanyaan tersbut hampir mirip dengan kondisi olehraga Indonesia yang mana untuk cabor tertentu didominasi oleh etnis tertentu pula.

Sigud hanya ingin membeikan gambaran bahwa memang kapasitas dari segala sumber daya itu hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu. Namun demikian hal tersbut tidak 100 % mutlak benar karena sbenarnya banyak juga ahli-ahli yang berasal dari NSB, walaupun sebagai asisten peneliti pakar-pakar pembangunan contohnya adalah Asimoth yang berasal dari Turki. Banyak orang-orang cerdas yang aslinya adalah dari NSB. Mereka bisa bersekolah ke luar negeri karena mendapatkan beasiswa dari pemerintahnya, namun setelah lulus mereka enggan untuk kemblai ke negara asalnya karena di negaranya mereka hanya digaji lebh sedikit daripada di negara lain yang maju untuk pekerjaan yang sama.ninilah yang kemudian menyebankan daya saing bangsa tidak bisa meningkat. Konsi tersbut sangat rentan jika terjadi goncangan krisis ekonomi seperti yang terjadi pada 97/98 dan 08/09. Menurut tinjauan rasional sebenarnya tanda-tanda kan datangnya krisis sudah dapat diramalkan.

Copyright © 2020 Both, Play Hard Work Hard All rights reserved. Theme by Laptop Geek.