13

Gampangnya membuat blog UGM, Tertarik? [newbie masuk]

Posted by Gamada 08 on Nov 12, 2013 in Catatan Mahasiswa, Trending

Hai Sobat Gamada, salam jumpa. Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing untuk teman-teman yang baru mengenal blog UGM. Layanan yang dikelola oleh Pusat Pelayanan Teknologi dan Informasi (PPTik) UGM ini memberikan wadah bagi mahasiswa yang memiliki hobi menulis blog.

Blog UGM sama halnya dengan layanan penyedia jurnal online seperti blogger, blogdrive, wordpress, livejournal, myspace, dll. Jika dibandingkan dengan layanan blog-blog dari luar, Blog UGM memiliki sejumlah keunikan diantaranya:

  1. Kita bisa membuat blog dengan nama kita sendiri misalkan https://choiri-mustofa.blog.ugm.ac.id/.
  2. Di samping itu, karena blog UGM berada di jaringan lokal UGM maka sharing informasi antar pengguna blog bisa jadi lebih cepat ketimbang menggunakan blog yang berasal dari luar.
  3. Tersedia juga fitur agregator yang memungkinkan pengguna blog UGM untuk mengetahui berita/posting terupdate dari pengguna blog UGM yang lain di situs blog UGM.
  4. Dan pastinya, template dan tema yang disediakan dari blog UGM tidak kalah menariknya dengan blog-blog dari luar.

 

Untuk bisa membuat akun blog UGM caranya gampang. Pertama-tama sobat Gamada harus sudah punya akun email UGM. Jika diantara sobat masih belum memiliki email UGM coba kalian datang ke PPTiK untuk mendaftar. Jika sudah punya akun email UGM maka lanjut ke step ke dua yaitu membuka alamat url Blog UGM, ketik http://blog.ugm.ac.id.

Berikut ini adalah tampilan awal situs blog UGM. Untuk masuk ke blog klik ini “Klik di sini untuk login” seperti pada gambar berikut:

Tampilan Home Blog UGM

Lalu sobat akan diarahkan ke menu login. Dalam menu login, silakan sobat isi username dengan nama email, tanpa domain @mail.ugm.ac.id lalu isi passwordnya.

Menu login

Akhirnya, blog sobat sudah bisa aktif. Namun, jika halaman blog sobat belum bisa dibuka, coba balik lagi ke menu login dengan mengklik tombol back browser sobat dan sekali lagi masukkan user name dan password dengan benar. Untuk berikutnya dalam mengakses halaman admin blog cukup dengan mengetikkan http://nama-nama.blog.ugm.ac.id/wp-admin (contoh : https://choiri-mustofa.blog.ugm.ac.id/wp-admin.)

Berikut ini adalah tampilan layar dari dashboard blog sobat.

Menu dashboard

Pada bagian dashboard, ada beberapa informasi yang dapat dilihat. Seperti statistik jumlah posting dan komen, komen terbaru, dan kotak input posting cepat. Sobat dapat segera membuat tulisan, dengan memanfaatkan input Quickpress.

Jika sobat merasa boring dengan tampilan standart blog yang udah dibuat, sobat bisa kok mengatur tema blog. Caranya Klik pada sidebar left di halaman dashboard, klik menu Appearance » Themes;

Menu tema

Pada menu ini akan muncul banyak resources tema yang dapat sobat pilih sesuai dengan keinginanmu.

Untuk memaksimalkan blog sobat agar kelihatan lebih keren, sobat dapat mengaturnya melalui fitur widget. Ada berbagai macam widget yang tersedia, diantaranya yang paling sering digunakan adalah: Pages, Calender, Archives, Links, Meta, Search, Recent Post, Tag Cloud, Categories, Text, RSS, dan Recent Comments.

Berikut ini adalah tampilan dari menu widget.

Menu widget

Cara masuknya ada di menu samping kiri, klik menu Appearance » Widgets; Bagian kiri adalah resources widget yang disediakan dalam blog sobat, namun belum aktif. Untuk mengaktifkannya klik add lalu untuk mengatur posisinya cukup drag di bagian sidebar sebelah kanan, dan kemudian save untuk menyimpan perubahan terakhir yang sobat lakukan.

Jika sobat sudah cukup puas dengan tampilan blog sobat, mari kita berlatih untuk membuat postingan. Caranya dimulai dari bagian kiri blog sobat. Di sana ada sejumlah menu. Untuk membuat posting baru klik Post » Add New.

Menu add new

Pada tampilan menu ini sobat bisa menulis artikel yang nantinya dapat dilihat dalam blog sobat. Setelah selesai menulis, klik publish untuk menampilkannya ke blog atau klik save untuk dilanjutkan diwaktu berikutnya.

Eh jika ternyata..ternyata..saat melihat posting blog sobat ada sesuatu yang janggal misalnya lupa menulis kata “mawar merah” menjadi “mawar marah” sobat masih bisa menggantinya dengan cara kembali ke dashboard lalu pilih menu Post » All Posts. Selanjutnya akan ditampilkan semua artikel yang pernah sobat tulis. Pilih salah satu artikel yang ingin sobat edit. Setelah artikel selesai diedit jangan lupa klik update.

Yups, jadi gampang kan membuat blog UGM. Setelah ini jika sobat lagi sendirian di kamar, gak ada kerjaan, mau curhat tapi gak ada yang mau dengerin. Punya ide brilian, tapi cuma di awang-awang. Kalau dipikirin terus malah tambah galau. Stop! Buang jauh-jauh pikiranmu itu, let’s move on. Go blog!

Referensi:

http://ugos.ugm.ac.id/wiki/panduan:panduan_penggunaan_blog_ugm

http://blog.ugm.ac.id/pengenalan/

Tags: ,

 
48

GT: Di Balik Harapan Terdapat Unsur Ketidakpastian

Posted by Gamada 08 on Jun 9, 2011 in Catatan Mahasiswa

Ada kecenderungan seseorang memilih untuk mendapat hadiah dengan nominal moneter sedikit, tanpa diikuti dengan pembayaran bermacam-macam daripada mendapat hadiah dengan nilai moneter besar, tetapi pada saat penerimaan hadiah si penerima diminta untuk membayar berbagai biaya misal biaya administrasi, biaya pengiriman, PPN, dll. Hal ini dibuktkan dengan eksperimen kecil yang dilakukan di dalam kelas game teori yang dilakukan pada pertemuan minggu lalu yang membahas tentang konsep Loss & Forgone Gain. Rule of game dari permainan ini cukup sederhana. Ada dua pasangan pilihan pekerjaan dengan karaktersitik risiko dan keuntungan yang berbeda. Seseorang diminta untuk mengemukakan preferensinya antara pilihan pekerjaan  A atau B. Jika seseorang memilih pekerjaan A ada kesempatan bagi seseorang untuk mendapat keuntungan atau menderita kerugian, masing-masing sebesar 50%. Jika seseorang memilih pekerjaan B dia pasti mendapat keuntungan sebesar nilai moneter Rp25.000,00. Permainan yang kedua pilihannya diganti C dengan D. Jika seseorang memilih C ada ancaman untuk menderita rugi minimal atau rugi maksimal, jika rugi minimal besarnya rugi adalah sebesar RpO sedangkan jika rugi maksimal besarnya rugi adalah Rp50.000,00 probabilitinya fifty-fifty  dan jika seseorang memilih D maka besarnya kerugian yang diderita orang tersebut dapat dipastikan sebesar Rp25.000,00 .

Sebenarnya, jika dihitung secara matematis seseorang yang memilih pekerjaan dengan hasil yang tidak pasti (probabilitas untung atau rugi sama-sama 50%) dengan memilih pekerjaan yang sama sekali tidak ada risikonya, tetapi memberikan keuntungan sebesar Rp25.000,00 maka meskipun sama-sama memperoleh hasil yang indifference (sama) di akhir perhitungan Pa=Pb, pertanyaannya kenapa kebanyakan orang justru lebih memilih pilihan B ketimbang A. Simpel saja, Hal ini ternyata ada yang mempengaruhinya. Penjelasan tentang hal ini dapat diketahui setelah diadakannya eksperimen mengenai perilaku ekonomi antarseseorang yang ternyata dipengaruhi oleh tingkat risiko salah satunya. Semakin tinggi uncertainty untung atau rugi yang akan diterima seseorang, maka orang tersebut cenderung untuk melakukan aktivitas ekonomi yang aman-aman saja (memilih pilihan B) karena pilihan B tingkat risiko kehilangan uang lebih kecil dibanding A atau justru tidak ada sama sekali.

Eksperimen tersebut sekarang diperluas. Jika eksperimen awal menggenaralisir bahwa kebanyakan orang berperilaku risk averse terhadap uncertainty maka dengan perluasan eksperimen sekarang dibedakan subyek penelitiannya yaitu antara laki-laki dan perempuan. Observasi dilakukan kepada usahawan dengan menggunakan teknik random sampling. Hasilnya cukup mengejutkan ternyata gender mempengaruhi secara signifikan terhadap perilaku ekonomi seseorang.

Temuan di lapangan menunjukkan usahawan pria cenderung loss adverse (ekstra konservatif) daripada wanita. Usahawan pria memilih untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan uncertainty yang rendah dari pada bertaruh untuk hal yang tidak pasti. Temuan ini beralasan karena pada dasarnya pria adalah kepala rumah tangga. Ia bertanggungjawab terhadap istri, anak, beserta anggota keluarga yang lain. Kewajiban seorang suami adalah memberi nafkah keluarganya, jadi agar bisa mencukupi nafkah tersebut seorang suami harus memiliki penghasilan. Besar kecilnya penghasilan berhubungan dengan jenis pekerjaan dan risiko pekerjaan.  Unsur uncertainty terdapat pada risiko pekerjaan sehingga jika dihadapkan antara dua macam pilihan seperti hal di atas  maka kecenderungan usahawan pria lebih memilih untuk survive dengan keuntungan minimal tanpa risiko daripada untung maksimal dengan penuh risiko.

 
8

GT: Uncertainty

Posted by Gamada 08 on Jun 9, 2011 in Catatan Mahasiswa

Ada kecenderungan seseorang memilih untuk mendapat hadiah dengan nominal moneter sedikit, tanpa diikuti dengan pembayaran bermacam-macam daripada mendapat hadiah dengan nilai moneter besar, tetapi pada saat penerimaan hadiah si penerima diminta untuk membayar berbagai biaya misal biaya administrasi, biaya pengiriman, PPN, dll. Hal ini dibuktkan dengan eksperimen kecil yang dilakukan di dalam kelas yang disasarkan atas konsep Loss & Forgone Gain. Rule of game dari permainan ini cukup sederhana. Ada dua pasangan pilihan pekerjaan dengan karaktersitik risiko dan keuntungan yang berbeda. Seseorang diminta untuk mengemukakan preferensinya antara pilihan pekerjaan  A atau B. Jika seseorang memilih pekerjaan A ada kesempatan bagi seseorang untuk mendapat keuntungan atau menderita kerugian, masing-masing sebesar 50%. Jika seseorang memilih pekerjaan B dia pasti mendapat keuntungan sebesar nilai moneter Rp25.000,00. Permainan yang kedua pilihannya diganti C dengan D. Jika seseorang memilih C ada ancaman untuk menderita rugi minimal atau rugi maksimal, jika rugi minimal besarnya rugi adalah sebesar RpO sedangkan jika rugi maksimal besarnya rugi adalah Rp50.000,00 probabilitinya fifty-fifty  dan jika seseorang memilih D maka besarnya kerugian yang diderita orang tersebut dapat dipastikan sebesar Rp25.000,00 .

Sebenarnya, jika dihitung secara matematis seseorang yang memilih pekerjaan dengan hasil yang tidak pasti (probabilitas untung atau rugi sama-sama 50%) dengan memilih pekerjaan yang sama sekali tidak ada risikonya, tetapi memberikan keuntungan sebesar Rp25.000,00 maka meskipun sama-sama memperoleh hasil yang indifference (sama) di akhir perhitungan Pa=Pb, pertanyaannya kenapa kebanyakan orang justru lebih memilih pilihan B ketimbang A. Simpel saja, Hal ini ternyata ada yang mempengaruhinya. Penjelasan tentang hal ini dapat diketahui setelah diadakannya eksperimen mengenai perilaku ekonomi antarseseorang yang ternyata dipengaruhi oleh tingkat risiko salah satunya. Semakin tinggi uncertainty untung atau rugi yang akan diterima seseorang, maka orang tersebut cenderung untuk melakukan aktivitas ekonomi yang aman-aman saja (memilih pilihan B) karena pilihan B tingkat risiko kehilangan uang lebih kecil dibanding A atau justru tidak ada sama sekali.

Eksperimen tersebut sekarang diperluas. Jika eksperimen awal menggenaralisir bahwa kebanyakan orang berperilaku risk averse terhadap uncertainty maka dengan perluasan eksperimen sekarang dibedakan subyek penelitiannya yaitu antara laki-laki dan perempuan. Observasi dilakukan kepada usahawan dengan menggunakan teknik random sampling. Hasilnya cukup mengejutkan ternyata gender mempengaruhi secara signifikan terhadap perilaku ekonomi seseorang.

Temuan di lapangan menunjukkan usahawan pria cenderung loss adverse (ekstra konservatif) daripada wanita. Usahawan pria memilih untuk melakukan kegiatan ekonomi dengan uncertainty yang rendah dari pada bertaruh untuk hal yang tidak pasti. Temuan ini beralasan karena pada dasarnya pria adalah kepala rumah tangga. Ia bertanggungjawab terhadap istri, anak, beserta anggota keluarga yang lain. Kewajiban seorang suami adalah memberi nafkah keluarganya, jadi agar bisa mencukupi nafkah tersebut seorang suami harus memiliki penghasilan. Besar kecilnya penghasilan berhubungan dengan jenis pekerjaan dan risiko pekerjaan.  Unsur uncertainty terdapat pada risiko pekerjaan sehingga jika dihadapkan antara dua macam pilihan seperti hal di atas  maka kecenderungan usahawan pria lebih memilih untuk survive dengan keuntungan minimal tanpa risiko daripada untung maksimal dengan penuh risiko.

 

 
8

GT: Kontrak Dalam Sudut Pandang Ekonomi

Posted by Gamada 08 on May 10, 2011 in Catatan Mahasiswa

Ketika mendengar kata kontrak, saya menjadi ingat akan tulisan yang pernah dikutip oleh dosen saya yaitu “manusia menjalani kehidupan di dunia ini atas dasar kontrak dari Tuhan, Tuhan menentukan kontraknya, manusia tinggal berusaha menjalankannya”. Dalam kitab suci memang disebutkan akan perintah-perintah dan larangan-larangan bagi manusia.

Lalu pada kesempatan yang lain saya kembali menemui kata kontrak, namun dengan sudut pandang yang lebih khusus yaitu bidang ekonomi. Topik yang dibahas dalam kuliah Game Theory masih membicarakan tentang kontrak. Kontrak dipahami sebagai suatu hubungan antara dua orang atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda. Pihak pertama disebut prinsipal dan pihak lainnya disbut agen. Prinsipal merupakan pihak yang memberi hak kepada pihak lain (agen) untuk mengelola sumber dayanya.  Sedangkan agen merupakan pihak yang menerima hak untuk menjalankan usaha atau kegiatan dari pihak lain (prinsipal). Kerja sama antar keduanya membentuk kontrak. Jadi kontrak adalah kesepakatan untuk mengadakan hubungan antara prinsipal dengan agen. 

Namun permasalahannya, tidak semua kegiatan yang dilakukan agen bisa diketahui oleh prinsipal. Prinsipal memerlukan informasi untuk memastikan agen bertindak sebagaimana ia kehendaki begitu pula sebaliknya, agen memerlukan informasi tentang hal-hal apa saja yang diminta oleh prinsipal. Jika kita telaah lebih dalam ada kecenderungan terjadi mis preception yang mungkin bisa timbul dari kontrak. Inilah kemudian dinamakan sebagai assymetric information.  

Assymetric information merupakan suatu gejala ekonomi yang mengindikasikan adanya gap antara sumber informasi (informer) dengan penerima informasi (informan). Gap informasi antara informer dengan informan melahirkan terjadinya uncertainty. Uncertainty mengakibatkan prospek bisnis di masa yang akan datang menjadi kurang bergairah atau sulit diprediksikan. Uncertainty tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa diminimalkan. Upaya untuk meminimalkan ketidakpastian misalnya yang cukup terkenal adalah dengan membeli asuransi. 

Prinsip dalam asuransi sebenarnya sebenarnya mentranfer risiko dari pihak tertanggung kepada pihak penanggung. Jika suatu ketika pihak tertanggung mengalami peristiwa yang menurut kesepakatan dengan pihak penanggung memberikan hak kepada pihak tertanggung untuk mengkalimnya, maka saat itu pula proses transformasi risiko dari tertanggung ke penanggung telah terjadi.

Hal serupa juga terjadi dalam makna kontrak secara luas. Kontrak merupakan kesepakatan tertulis antara prinsipal dengan agen. Tujuan dari kotrak adalah untuk meminimalisir assymetric information. Dengan adanya kontrak diharapkan prinsipal bisa mengontrol perilaku yang dilakukan oleh agen. Namun pada kenyataannya, apa yang diinginkan prinsipal tidak serta merta dapat diindahkan oleh agen. Yang terjadi adalah agen memiliki bargaining position yang kuat daripada prinsipal. Memang ada suatu kecenderungan dimana dalam konteks individual kontrak biasanya ditawarkan oleh prinsipal sementara dalam dunia bisnis agen memiliki posisi tawar yang tinggi. Yang pasti hubungan antara prinsipal dengan agen dapat menjadi hubungan yang pasti jika keduanya melakukan suatu kontrak.

Copyright © 2020 Both, Play Hard Work Hard All rights reserved. Theme by Laptop Geek.