9

Gelombang Cintanya Kehidupanku

Posted by Gamada 08 on May 30, 2011 in Berorganisasi, Hang Out

Tanaman gelombang cinta itu indah, cantik, dan eksotis. Akan tetapi, di balik semua karakteristik itu ada sebuah filosofi yang terkandung di dalamnya. Bagian yang menarik dari tanaman tersebut adalah bagian daunnya. Daun tanaman gelombang cinta memiliki pola yang bergelombang menyiratkan sebuah makna implisit tentang kehidupan yang bergelombang indah dan menantang.

 

Aku mencoba untuk memaknai kehidupanku hari ini  dengan filosofi tanaman gelombang cinta. Aku tidak tahu apakah hal ini serasi atau tidak, yang jelas tulisan keluh kesah ini hanya sekedar sebagai pengingat masa dan peristiwa yang sayang untuk dilewatkan. Siapa tahu tulisan ini akan menjadi sumber inspirasi bagi jiwa yang tak akan pernah padam ini, tidak lebih dari itu.

Di penghujung bulan Mei 2011, tepatnya hari Minggu tanggal 29  adalah hari yang spesial. Hari yang dinanti-nantikan oleh puluhan anak dari Dusun Jetisan untuk menjalani suatu kegiatan. Kali ini saya beserta teman-teman yang tergabung dalam wadah Komunitas Ceria mengajak adik-adik dari Dusun Jetisan berkeliling mengunjungi museum yang ada di Yogyakarta. Rencana telah dipersiapkan dua minggu sebelum pelaksanaan. Saya sebenarnya mendapat amanah sebagi pengelola biaya dan segala macam yang terkait dengan pengeluaran untuk kegiatan tersebut. Namun ternyata, jika boleh saya berpendapat amanah tersebut hanya bersifat sementara alias  hanya berlaku ketika rapat awal persiapan kegiatan jalan-jalan itu.

Kenapa hal tersebut terjadi? Saya menduaga hal tersebut terjadi karena kurangnya anggota dan mungkin juga disebabkan oleh belum maksimalnya peran anggota dalam mengikuti kegiatan di Komunitas Ceria. Dugaan pertama mengenai kekurangan anggota dapat dilihat dari jumlah anggota yang ada. Dari sekitar 30-an orang dulu ketika komunitas ceria terbentuk kini tinggal menyisakan 10 orang. Ini menjadi tantangan bagi Komunitas Ceria untuk menambah jumlah anggota yang ada atau paling tidak mempertahankan yang sekarang sebab kebanyakan anggota Komunitas Ceria adalah mahasiswa yang telah menyelesaikan separuh dari masa studinya dan sebentar lagi akan ada yang  mengikuti KKN maka dengan jumlah anggota yang akan semakin terbatas itu besar kemungkinan eksistensi dari Komunitas Ceria akan tinggal kenangan. Saya menyarankan bagi Komunitas Ceria untuk menambah jumlah anggota dengan cara misalnya open recruitment atau menyebarkan informasi mengenai Komunitas Ceriakepada orang lain dengan harapan agar mereka tertarik untuk bergabung dengan Komunitas Ceria. Dugaan yang ke dua mengenai kurang maksimalnya peran anggota dapat diamati dari tingkat partisipasi anggota Komunitas Ceria yang terlibat langsung dengan kegiatan-kebiatan ceria mislnya pendampingan belajar pada hari minggu.

Apa yang terjadi mengenai hal tersebut juga dapat dikaji dari kegiatan kunjungan museum kali ini. Menurut pengamatan saya acara tersebut cukup banyak hal yang perlu dievalusasi, tentang peran dan koordinasi. Saya merasa banyak peran yang harus saya lakukan. Mulai dari mensurvei tempat, menyiapkan run down acara dan surat izin, yang kemudian baru di-fixkan setelah dispepakati pada rapat terakhir, menyewa bis, dan yang terakhir menganggarkan biaya dan menyiapkan uang untuk kegiatan tersebut. Betapapun banyak peran yang harus saya jalani itu tidak menjadi masalah karena saya berkeyakinan bahwa apa yang saya lakukan akan memberi saya kekuatan, memberi saya nilai lebih dibanding jika saya hanya melakukan satu hal saja sebab dalam diri saya timbul pikiran bahwa setiap perjuangan pasti membutuhkan pengorbanan. Saya dan juga teman-teman dalam komuitas ceria menginginkan kegiatan yang dinamai Tour de Museum ini berjalan sukses maka saya sebagai bagian dari Komunitas Ceria sebisa mungkin mewujudkan tujuan tersebut dengan cara menjadikan diri saya rela dan ikhlas untuk membantu suksesnya kegiatan tersebut. Saya jalani semua peran yang ada dan akhirnya semua tinggal memetik hasil yaitu pada tanggal 29 Mei 2011. Akhirnya detik demi detik, menit berganti menit, jam berganti jam, dan seterusnya tibalah pelaksanaan kunjungan ke museum. Museum yang akan dikunjungi yaitu Museum Anak Kolong Tangga yang berada di belakang kompeks taman pintar, Museum Biologi UGM, dan terakhir Museum Mandala Dirgantara Adi Sucipto. Keinginan saya adalah bisa mengikuti acara tersebut untuk memastikan apa yang saya lakukan dalam menceriakan adik-adik di Dususn Jetisan terwujud, namun sayangnya saya tidak bisa berada di samping adik-adik melihat ketiga museum itu secara penuh karena pada saat yang bersamaan saya harus mengikuti audiensi dengan dosen pembimbing KKN dan survei KKN sehingga setelah berangkat dari rumah jam 06.15 lalu jam 07.00 berangkat mengantar bis untuk menjemput rombongan Tour de Museum ke Jetisan lalu bisa ikut mengantar ke museum sampai pukul 10.00 dan akhirnya saya harus meninggalkan rombongan untuk menuju ke kampus mengikuti acara pembekalan sampai pukul 12.00 diteruskan dengan survei KKN sampai jam 16.00, saya tidak merasa ditinggalkan, hanya saja saya ingin  berkontribusi untuk suksenya acara Tour de Museum ceria. Hidup ini bergelombang indah, indahnya hidup bukan karena sudah diberikan, tetapi karena kita sendiri yang menghidupkannya.

Copyright © 2020 Both, Play Hard Work Hard All rights reserved. Theme by Laptop Geek.