7

Menumbuhkan Altruisme Melalui Koperasi

Posted by Gamada 08 on May 13, 2011 in Berorganisasi
Pandangan akan koperasi hampir berbeda untuk setiap orang di dunia. Perbedaan pandangan tersebut dilatarbelakangi oleh banyak hal baik karena perbedaan kondisi ekonomi, sosial, politik, bahkan antar generasi sekalipun. Sebagaimana kita tahu sikap dan perilaku generasi muda sekarang terhadap koperasi pada umumnya mengalami depresiasi. Jika kita ingin tahu berapa banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam kegiatan koperasi mungkin jawabannya cukup terlalu mengejutkan karena tidak sampai 5% dari total populasi orang muda di dunia. Hal ini tentu harus menjadi perhatian besar bagi semua orang, tidak terkecuali generasi muda itu saja. Generasi muda sekarang akan memainkan peran penting dalam masa 10-20 tahun ke depan menggantikan peran generasi tua sekarang.

Lalu pertanyaannya bagaimana caranya supaya bisa mengajak generasi muda sekarang untuk terlibat dan mencintai koperasi? Sebelum pertanyaan itu terjawab mari kita renungkan terlebih dahulu tentang apa yang menjadi dasar generasi muda perlu mencintai koperasi dan apa manfaatnya? Koperasi merupakan organisasi ekonomi sekaligus sosial yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan bersama. Koperasi menawarkan kerja sama antara orang-orang yang memiliki kebutuhan yang relatif sama dimana melalui koperasi inilah kebutuhan tersebut ingin dipenuhi. Benefit yang ditawarkan koperasi tidak terbatas pada materi saja, disamping dalam bentuk materi koperasi memberikan benefit lain dalam berbagi bentuk misalnya pendidikan, pelatihan, pengembangan kepribadian, pengasahan cara berpikir, dan yang tidak kalah penting adalah membuka kepekaan sosial.
Kembali lagi, bahwa untuk mencintai koperasi generasi muda tidak perlu dipaksa, namun koperasinya lah yang perlu didorong agar sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan generasi muda. Gerakan sosial untuk mencintai koperasi bisa terjadi melalui investasi emosional yang menurut Melucci (1995) “Gerakan sosial sebagai investasi sosial memungkinkan setiap individu untuk merasa seperti bagian dari kesatuan umum“. Ia menggarisbawahi bahwa, “partisipasi dalam bentuk mobilisasi kolektif atau gerakan sosial, keterlibatan dalam bentuk inovasi kebudayaan, secara sukarela diinspirasi oleh altruism atau sifat mementingkan kepentingan orang lain lawan dari individualism atau sifat mementingkan kepentingan sendiri.
Sifat altruism dalam diri manusia merupakan sifat alami.

Sifat altruism merupakan siafta dasar yang dimiliki oleh setiap manusia, sayangnya tidak semua orang mau dan mampu mendayagunakannya dan menumbuhkembangkannya secara proporsional. Penumbuhan sifat altrusim banyak dilakukan ketika sesorang menginjak usia remaja sebab pada masa ini seseorang akan giat mencari bentuk kepribadiannya melalui berbagai pola kegiatan untuk memenuhi kebutuhan sosialnya.

Koperasi meruapakan area yang tepat untuk menumbuhkan sifat altrusim. Di dalam koperasi seseorang akan diajak untuk menjadi manusia yang peka dan peduli terhadap lingkungannya. Lingkungan dimana koperasi tumbuh dan berkembang dibagi menjadi dua yaitu internal dan eksternal. Lingkungan internal merupakan tempat dimana anggota berinteraksi satu sama lain. Jalinan interaksi antar anggota dapat terbentuk melalui serangkaian aktivitas yang mampu membangkitkan minat anggota untuk berpartisipasi. Biasanya anggota akan lebih aktif bilamana mengikuti kegiatan yang memberikan benefit baginya. Benefit yang bisa ditawarkan koperasi dalam hal ini adalah manfaat sosial misalnya memperluas relasi, mengakrabkan pertemanan, meningkatkan pengetahuan, dan yang tidak kalah penting adalah berbagi pengalaman. Lingkungan yang lain yaitu eksternal merupakan media bagi koperasi untuk menggalang kerja sama dan sebagai tempat untuk berkontribusi terhadap masyarakat sekitar. Kerja sama merupakan konsekuensi logis manusia ketika menghadapi kebutuhan yang sama untuk dipenuhi makanya setiap orang pasti berhubungan dengan orang lain entah secara individual maupun organisasi. Kebutuhan seseorang akan altruism akan terpenuhi seiring dengan keterlibatannya dalam koperasi melalui berbagai macam aktivitas sosial.

Pandangan akan koperasi hampir berbeda untuk setiap orang di dunia. Perbedaan pandangan tersebut dilatarbelakangi oleh banyak hal baik karena perbedaan kondisi ekonomi, sosial, politik, bahkan antar generasi sekalipun. Sebagaimana kita tahu sikap dan perilaku generasi muda sekarang terhadap koperasi pada umumnya mengalami depresiasi. Jika kita ingin tahu berapa banyak generasi muda yang terlibat aktif dalam kegiatan koperasi mungkin jawabannya cukup terlalu mengejutkan karena tidak sampai 5% dari total populasi orang muda di dunia. Hal ini tentu harus menjadi perhatian besar bagi semua orang, tidak terkecuali generasi muda itu saja. Generasi muda sekarang akan memainkan peran penting dalam masa 10-20 tahun ke depan menggantikan peran generasi tua sekarang.

Copyright © 2020 Both, Play Hard Work Hard All rights reserved. Theme by Laptop Geek.