8

GT: Kontrak Dalam Sudut Pandang Ekonomi

Posted by Gamada 08 on May 10, 2011 in Catatan Mahasiswa

Ketika mendengar kata kontrak, saya menjadi ingat akan tulisan yang pernah dikutip oleh dosen saya yaitu “manusia menjalani kehidupan di dunia ini atas dasar kontrak dari Tuhan, Tuhan menentukan kontraknya, manusia tinggal berusaha menjalankannya”. Dalam kitab suci memang disebutkan akan perintah-perintah dan larangan-larangan bagi manusia.

Lalu pada kesempatan yang lain saya kembali menemui kata kontrak, namun dengan sudut pandang yang lebih khusus yaitu bidang ekonomi. Topik yang dibahas dalam kuliah Game Theory masih membicarakan tentang kontrak. Kontrak dipahami sebagai suatu hubungan antara dua orang atau lebih yang memiliki kepentingan berbeda. Pihak pertama disebut prinsipal dan pihak lainnya disbut agen. Prinsipal merupakan pihak yang memberi hak kepada pihak lain (agen) untuk mengelola sumber dayanya.  Sedangkan agen merupakan pihak yang menerima hak untuk menjalankan usaha atau kegiatan dari pihak lain (prinsipal). Kerja sama antar keduanya membentuk kontrak. Jadi kontrak adalah kesepakatan untuk mengadakan hubungan antara prinsipal dengan agen. 

Namun permasalahannya, tidak semua kegiatan yang dilakukan agen bisa diketahui oleh prinsipal. Prinsipal memerlukan informasi untuk memastikan agen bertindak sebagaimana ia kehendaki begitu pula sebaliknya, agen memerlukan informasi tentang hal-hal apa saja yang diminta oleh prinsipal. Jika kita telaah lebih dalam ada kecenderungan terjadi mis preception yang mungkin bisa timbul dari kontrak. Inilah kemudian dinamakan sebagai assymetric information.  

Assymetric information merupakan suatu gejala ekonomi yang mengindikasikan adanya gap antara sumber informasi (informer) dengan penerima informasi (informan). Gap informasi antara informer dengan informan melahirkan terjadinya uncertainty. Uncertainty mengakibatkan prospek bisnis di masa yang akan datang menjadi kurang bergairah atau sulit diprediksikan. Uncertainty tidak bisa dihilangkan, tetapi bisa diminimalkan. Upaya untuk meminimalkan ketidakpastian misalnya yang cukup terkenal adalah dengan membeli asuransi. 

Prinsip dalam asuransi sebenarnya sebenarnya mentranfer risiko dari pihak tertanggung kepada pihak penanggung. Jika suatu ketika pihak tertanggung mengalami peristiwa yang menurut kesepakatan dengan pihak penanggung memberikan hak kepada pihak tertanggung untuk mengkalimnya, maka saat itu pula proses transformasi risiko dari tertanggung ke penanggung telah terjadi.

Hal serupa juga terjadi dalam makna kontrak secara luas. Kontrak merupakan kesepakatan tertulis antara prinsipal dengan agen. Tujuan dari kotrak adalah untuk meminimalisir assymetric information. Dengan adanya kontrak diharapkan prinsipal bisa mengontrol perilaku yang dilakukan oleh agen. Namun pada kenyataannya, apa yang diinginkan prinsipal tidak serta merta dapat diindahkan oleh agen. Yang terjadi adalah agen memiliki bargaining position yang kuat daripada prinsipal. Memang ada suatu kecenderungan dimana dalam konteks individual kontrak biasanya ditawarkan oleh prinsipal sementara dalam dunia bisnis agen memiliki posisi tawar yang tinggi. Yang pasti hubungan antara prinsipal dengan agen dapat menjadi hubungan yang pasti jika keduanya melakukan suatu kontrak.

Copyright © 2020 Both, Play Hard Work Hard All rights reserved. Theme by Laptop Geek.