8

Thinking Cooperative Globally: Being Part of Our Life

Posted by Gamada 08 on May 9, 2011 in Berorganisasi
Pada kesempatan yang lalu saya sempat mengikuti kuliah tamu di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Rasa ketertarikan saya kepada koperasi sebenarnya sudah cukup lama, namun baru bisa saya perdalam setelah mengikuti kuliah tamu yang menghadirkan sosok fenomenal yang kurang lebih memiliki concern terhadap Koperasi. Di lain waktu saya mencoba untuk mencari-cari jurnal mengenai koperasi dan akhirnya saya menemukan sebuah artikel menarik dari seorang yang bernama Joe Bibly. Ia merupakan mahasiswa jurusan politik Universitas Edinburgh. Saat kuliah pernah mendapat kesempatan menjadi orang muda pertama yang duduk dalam ICA (International Cooperative Alliance) Board. Gagasannya  mengenai koperasi cukup inspiratif sehingga mendorong saya untuk menelaahnya dengan membuat ulasan yang mudah-mudahan bisa menjadi penyemangat tersndiri untuk mempelajari koperasi.

Ada beberapa pesan yang penulis ingin sampaikan menurut pengalamannya sebagai remaja pertama yang duduk dalam ICA Board. Pertama-tama ia mengemukakan temuannya bahwa keberadaan remaja semakin bertambah penting. Berdasarkan data PBB jumlah populasi anak-anak dan remaja di bawah usia 25 tahun mencapai 50% dari penduduk dunia. Ini pertanda bahwa remaja di masa mendatang akan memerankan peran yang penting baik dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, dan politik jauh dibandingkan dengan apa yang mereka bayangkan sebelumnya.

Namun, agaknya penulis tidak terlalu yakin dan dengan nada pesismis penulis mengkhawatirkan akan kemampuan generasi muda untuk menjalankan kehidupan karena faktanya remaja-remaja di dunia ini khususnya di negara berkembang dimana satu dari empat remaja berusia kurang dari 25 tahun hidup dalam kemiskinan.


Apa yang ditawarkan Koperasi untuk penduduk usia muda tersebut?

Dalam Millenium Development Goals (MDGs) yang dirancang oleh PBB, terdapat beberapa strategi untuk mengurangi angka kemiskinan di seluruh dunia yaitu melalui penyediaan lapangan pekerjaan yang layak dan produktif bagi penduduk usia muda, khususnya di negara berkembang. Di bagian inilah kunci dimana koperasi dapat membantu. Koperasi di beberapa negara telah memainkan perannya dengan cukup baik dalam memberikan kesempatan bagi kelompok penduduk usia muda untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

Model perkoperasian dapat memberikan benefit bagi kelompok penduduk usia muda yang ingin memulai bisnis, tetapi hanya memiliki sedikit modal. Temuan penulis yang lain adalah di beberapa negara, koperasi telah menyediakan dukungan, konsultasi, dana hibah bagi anggotanya dengan maksud untuk mendidik anggotanya lebih mandiri dan bertangungjawab bagi kehidupan mereka. Dalam mendorong terwujudnya program penyediaan lapangan pekerjaan yang layak bagi kelomok penduduk usia muda telah ada kerja sama  antara ICA dengan ILO, dimana kedua lembaga tersebut menempatkan model koperasi sebagi usaha untuk mencukupi kebutuhan ekonomi dan sosial. Temuan dari penulis yang berikutnya yaitu tentang nilai-nilai yang ada dalam koperasi sejalan dengan apa yang dicari oleh kalangan muda selama ini, khususnya nilai-nilai yang fair dalam menjalankan bisnis dimana nilai-nilai tersebut sulit dipraktekan dalam model ekonomi yang lain.

Penulis mengarisbawahi bahwa nilai-nilai koperasi memiliki arti penting bagi kalangan muda dimana koperasi memandang adanya kesetaraan, mendorong tiap-tiap individu untuk aktif serta bertanggungjawab. Koperasi juga berperan dalam menyediakan pendidikan dan pelatihan bagi mereka yang menjadi anggotanya dan karyawannya. Di beberapa negara, koperasi telah menciptakan peluang bagi kalangan generasi muda untuk menyiapkan kehidupan kerja mereka. Peluang tersebut diciptakan dengan menyelenggarakan program-program khusus pendidikan dan pelatihan yang bertujuan untuk memberdayakan orang-orang muda tersebut.

Di negara kita dan negara tetangga, Malaysia, koperasi telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehingga dijadikan sebagai bagian pelajaran yang masuk dalam kurikulum pendidikan. Wujud penerapan ilmu koperasi itu sendiri dapat dilihat pada koperasi-koperasi sekolah hingga di perguruan tinggi.  Koperasi-keperasi tersebut dijalankan  sebagian besar oleh kelompok penduduk usia muda dan didmpingi oleh pembina. Mereka mengoperasikan bisnis seperti kafetaria, swalayan, toko buku, printshop, bimbingan belajar, dsb. Keberadaan koperasi di dalam dunia pendidikan ini juga berperan dalam mengasah kepemimpinan dan mengajarkan tentang demokarasi dimana mereka berinteraksi secara langsung.

Di bagian belahan dunia lain yaitu di Amerika bagian utara, koperasi telah banyak membantu generasi muda dalam penyediaan asrama bagi pelajar-pelajar yang menuntut ilmu di sana. Salah satu koperasi terbesar di Kanada yaitu NASCO (The North America Student Co-opertive Organization) dioperasikan oleh mahaisswa. Dari contoh-contoh yang penulis ceritakan kita bisa menarik kesimpulan bahwa koperasi dapat membantu generasi muda dalam memajukan kehidupannya, baik itu di negara maju maupun di negara berkembang sekalipun. Jika demikian pertanyaannya adalah, kita sebagai generasi muda apakah mau menerima koperasi sebagai bagian dari kehidupan kita?

Copyright © 2020 Both, Play Hard Work Hard All rights reserved. Theme by Laptop Geek.