30

ASUS Fonepad Tablet 7 Inci dengan Fungsi Telepon

Posted by Gamada 08 on Nov 23, 2013 in Hang Out, Trending

Pada saat saya berada di Jakarta selama tiga hari di awal November 2013 untuk mengikuti salah satu event di GOR Sumantri, Kuningan. Saya mendapatkan kesempatan yang luar biasa langka. Ternyata pada 30 Oktober – 3 November 2013 sedang berlangsung pameran gadget, namanya Indocomtech 2013 bertempat di JCC. Saya merasa penasaran dengan perhelatan tersebut, apalagi saya ingin berburu informasi tentang gadget terbaru. Ketika memasuki JCC, saya sempat bingung karena di dalam sana ada banyak stand yang menawarkan gadget. Setelah berjalan dari stand satu ke stand yang lain untuk menemukan gadget yang dicari, akhirnya saya berhenti di stand Asus.

Mata saya langsung tertuju pada salah satu produk tablet asus yang baru saja diluncurkan. Namanya Asus Fonepad. Ada dua hal yang membuat saya penasaran dengan gadget ini. Pertama, dari segi bentuk Asus Fonepad berukuran 7 inchi, suatu ukuran yang sangat pas saat digenggam sehingga nyaman digunakan untuk menunjang kegiatan mahasiswa seperti aktivitas membaca, mengedit, dan browsing. Kedua, ini hebatnya ternyata dari segi fungsi ia bisa digunakan untuk menelpon.

Selama berada di pameran memang sangat mudah menemukan tablet yang harganya terjangkau, tetapi kebanyakan tablet yang harganya murah tersebut memiliki kelemahan tak terelakan misalnya, hanya mengandalkan WIFI untuk bisa berinternet, padahal tidak semua mahasiswa seperti saya memiliki akses penuh WIFI. Saat tugas kuliah menumpuk dan mendesak untuk diselesaikan sarana internet merupakan kebutuhan yang paling berharga bagi mahasiswa. Di samping itu, kebanyakan tablet yang memiliki fungsi WIFI biasanya mereka mengorbankan aspek utama dari telkomunikasi, yaitu telepon dan sms. Saat saya melirik Asus Fonepad ternyata kegelisahan tersebut terjawab sudah. Asus Fonepad memiliki dua fitur utama yaitu fungsi WIFI dan Telepon.

Asus Fonepad memadukan fungsi Tablet dan Telepon dalam satu genggaman

Rasa kagum saya pada tablet ini semakin bertambah, apalagi saat saya diizinkan oleh SPG Asus untuk menyentuhnya. Hal yang membuat tangan saya ingin lagi dan lagi menggenggam Asus Fonepad adalah bentuk bodinya. Asus Fonepad dibalut dengan casing berbahan metallic finish yang memberikan kesan elegan. Desain utama yang ditonjolkan oleh tablet ini adalah unsur minimalis dan rapi. Hal ini terlihat dari sekeliling body-nya yang mulus karena port atau konektornya ditempatkan di dalam penutup belakang, bagian atas. Nah, untuk Asus Fonepad ini disediakan dua pilihan warna yaitu Titanium Gray atau Champagne Gold.

Salah satu indikator penting yang wajib ditanyakan saat memilih tablet adalah prosesor yang ditanamkan di dalamnya. Prosesor ibarat sebuah otak merupakan bagian terpenting dari sebuah tablet karena akan menentukan kinerjanya akan secerdas apa. Saat saya menanyakan otak dari Asus Fonepad tersebut, ternyata dia sudah dipersenjatai dengan prosesor Intel Atom Z2420 Lexington, yang merupakan prosesor berkecepatan 1,2GHz dan memiliki fitur Hyper Threading.

Unsur multimedia merupakan kekuatan dari suatu tablet. Sebagai sarana hiburan, rasanya kurang afdhol jika tablet yang kita pilih cuma memiliki kualitas layar yang standart-standart saja. Sewaktu saya mencoba memutat video dengan Asus Fonepad saat pameran di JCC pengalaman nonton video berkelas HD pun didapat. Ini dikarenakan Asus Fonepad dilengkapi denganlayar berosolusi HD 1280×800. Layar yang digunakan adalah panel IPS. Ini menjadikan Asus Fonepad punya tampilan yang tetap tajam, warna cerah jika dilihat dari berbagai sudut.

Media penyimpanan memiliki peranan penting saat kita memerlukan banyak aplikasi tambahan. Semakin banyak kebutuhan kita akan aplikasi-aplikasi berukuran besar maka media penyimpanan yang dibutuhkan juga semakin besar. Pada Asus Fonepad sendiri ditawarkan dalam dua ragam pilihan penyimpanan yaitu 8 GB atau 32 GB. Untuk kapasitas 8 GB dapat diekspansi hingga 32 GB lagi lewat slot Micro SD. Jika hal itu dirasa masih kurang, Asus Fonepad memberikan solusi altenatif yaitu penyimpanan berbasis cloud. Media tersebut bisa diperoleh secara gratis sebesar 5 GB. Fitur yang lagi update tersebut juga telah dilengkapi dengan Webstorage Office yang memungkinkan pengguna membuka, membuat, mengedit, atau melakukan sharing dokumen MS Word, Excel dan Power Point lewat Fonepad tanpa perlu menginstalasikan Microsoft Office.

Sebagai tablet yang memiliki performa handal, tentu kapasitas baterai menjadi sorotan utama. Dalam hal ini Asus Fonepad ditenagai dengan baterai sebesar 4270 mAh. Dengan baterai sebesar itu, Asus Fonepad mampu memainkan video beresolusi HD 720p hingga 9,5 jam. Sementara itu, jika dipakai untuk melakukan panggilan telepon di jaringan 3G, baterai tersebut mampu memasok daya hingga 31 jam. Ukuran yang luar biasa untuk sebuah tablet.

Agaknya memang untuk urusan kamera Asus Fonepad tidak menjadikannya sebagai fitur utama. Namun, sebagai tablet yang terunggul di kelasnya Asus Fonepad telah menyematkan dua kamera yaitu kamera 1,2 MP di bagian depan dan kamera 3 MP di bagian belakang dengan kemampuan autofokus.

Nah saatnya konsumen memilih. Jika dihadapkan pada sebuah keputusan membeli tablet diantara sekian banyak pilihan tablet di pasaran. Jenis tablet murah yang manakah yang akan dipilih tentunya akan tergantung dari sekian banyak pertimbangan. Jika dilihat dari fungsi dan fitur yang bermacam-macam, Asus Fonepad layak dipertimbangkan karena dengan rentang harga 3 jutaan atau secara resmi yaitu Rp2.999.000 untuk kapasitas 8 GB dan Rp3.699.000 untuk kapasitas 32 GB kita sudah dapat gadget dengan fitur yang memadukan antara fungsi tablet dan smartphone. Semoga dengan review singkat dari saya bisa mencerahkan pembaca dalam memilih sebuah tablet terjangkau berkelas premium.

 

Lihat Demo Asus Fonepad: ASUS Fonepad, Fun Call in One

Tags: , , , , , , , , , , , ,

 
13

Gampangnya membuat blog UGM, Tertarik? [newbie masuk]

Posted by Gamada 08 on Nov 12, 2013 in Catatan Mahasiswa, Trending

Hai Sobat Gamada, salam jumpa. Pada kesempatan kali ini saya ingin sharing untuk teman-teman yang baru mengenal blog UGM. Layanan yang dikelola oleh Pusat Pelayanan Teknologi dan Informasi (PPTik) UGM ini memberikan wadah bagi mahasiswa yang memiliki hobi menulis blog.

Blog UGM sama halnya dengan layanan penyedia jurnal online seperti blogger, blogdrive, wordpress, livejournal, myspace, dll. Jika dibandingkan dengan layanan blog-blog dari luar, Blog UGM memiliki sejumlah keunikan diantaranya:

  1. Kita bisa membuat blog dengan nama kita sendiri misalkan http://choiri-mustofa.blog.ugm.ac.id/.
  2. Di samping itu, karena blog UGM berada di jaringan lokal UGM maka sharing informasi antar pengguna blog bisa jadi lebih cepat ketimbang menggunakan blog yang berasal dari luar.
  3. Tersedia juga fitur agregator yang memungkinkan pengguna blog UGM untuk mengetahui berita/posting terupdate dari pengguna blog UGM yang lain di situs blog UGM.
  4. Dan pastinya, template dan tema yang disediakan dari blog UGM tidak kalah menariknya dengan blog-blog dari luar.

 

Untuk bisa membuat akun blog UGM caranya gampang. Pertama-tama sobat Gamada harus sudah punya akun email UGM. Jika diantara sobat masih belum memiliki email UGM coba kalian datang ke PPTiK untuk mendaftar. Jika sudah punya akun email UGM maka lanjut ke step ke dua yaitu membuka alamat url Blog UGM, ketik http://blog.ugm.ac.id.

Berikut ini adalah tampilan awal situs blog UGM. Untuk masuk ke blog klik ini “Klik di sini untuk login” seperti pada gambar berikut:

Tampilan Home Blog UGM

Lalu sobat akan diarahkan ke menu login. Dalam menu login, silakan sobat isi username dengan nama email, tanpa domain @mail.ugm.ac.id lalu isi passwordnya.

Menu login

Akhirnya, blog sobat sudah bisa aktif. Namun, jika halaman blog sobat belum bisa dibuka, coba balik lagi ke menu login dengan mengklik tombol back browser sobat dan sekali lagi masukkan user name dan password dengan benar. Untuk berikutnya dalam mengakses halaman admin blog cukup dengan mengetikkan http://nama-nama.blog.ugm.ac.id/wp-admin (contoh : http://choiri-mustofa.blog.ugm.ac.id/wp-admin.)

Berikut ini adalah tampilan layar dari dashboard blog sobat.

Menu dashboard

Pada bagian dashboard, ada beberapa informasi yang dapat dilihat. Seperti statistik jumlah posting dan komen, komen terbaru, dan kotak input posting cepat. Sobat dapat segera membuat tulisan, dengan memanfaatkan input Quickpress.

Jika sobat merasa boring dengan tampilan standart blog yang udah dibuat, sobat bisa kok mengatur tema blog. Caranya Klik pada sidebar left di halaman dashboard, klik menu Appearance » Themes;

Menu tema

Pada menu ini akan muncul banyak resources tema yang dapat sobat pilih sesuai dengan keinginanmu.

Untuk memaksimalkan blog sobat agar kelihatan lebih keren, sobat dapat mengaturnya melalui fitur widget. Ada berbagai macam widget yang tersedia, diantaranya yang paling sering digunakan adalah: Pages, Calender, Archives, Links, Meta, Search, Recent Post, Tag Cloud, Categories, Text, RSS, dan Recent Comments.

Berikut ini adalah tampilan dari menu widget.

Menu widget

Cara masuknya ada di menu samping kiri, klik menu Appearance » Widgets; Bagian kiri adalah resources widget yang disediakan dalam blog sobat, namun belum aktif. Untuk mengaktifkannya klik add lalu untuk mengatur posisinya cukup drag di bagian sidebar sebelah kanan, dan kemudian save untuk menyimpan perubahan terakhir yang sobat lakukan.

Jika sobat sudah cukup puas dengan tampilan blog sobat, mari kita berlatih untuk membuat postingan. Caranya dimulai dari bagian kiri blog sobat. Di sana ada sejumlah menu. Untuk membuat posting baru klik Post » Add New.

Menu add new

Pada tampilan menu ini sobat bisa menulis artikel yang nantinya dapat dilihat dalam blog sobat. Setelah selesai menulis, klik publish untuk menampilkannya ke blog atau klik save untuk dilanjutkan diwaktu berikutnya.

Eh jika ternyata..ternyata..saat melihat posting blog sobat ada sesuatu yang janggal misalnya lupa menulis kata “mawar merah” menjadi “mawar marah” sobat masih bisa menggantinya dengan cara kembali ke dashboard lalu pilih menu Post » All Posts. Selanjutnya akan ditampilkan semua artikel yang pernah sobat tulis. Pilih salah satu artikel yang ingin sobat edit. Setelah artikel selesai diedit jangan lupa klik update.

Yups, jadi gampang kan membuat blog UGM. Setelah ini jika sobat lagi sendirian di kamar, gak ada kerjaan, mau curhat tapi gak ada yang mau dengerin. Punya ide brilian, tapi cuma di awang-awang. Kalau dipikirin terus malah tambah galau. Stop! Buang jauh-jauh pikiranmu itu, let’s move on. Go blog!

Referensi:

http://ugos.ugm.ac.id/wiki/panduan:panduan_penggunaan_blog_ugm

http://blog.ugm.ac.id/pengenalan/

Tags: ,

 
10

From Paris With Love

Posted by Gamada 08 on Nov 11, 2013 in Hang Out, Trending

Saya bukanlah penggemar film berat. Saya cuma bisa nonton film maksimal satu sampai satu setengah jam, lebih dari itu saya sering tertidur waktu bangun tahu-tahu filmnya selesai. Namun, minggu kemarin sewaktu saya sedang mencari-cari film yang enak untuk ditonton di laptop, saya menemukan film yang membuat mata saya betah menyaksikannya. Bahkan, film itu saya putar beberapa kali untuk sekedar memastikan apakah film itu dibuat berdasarkan imajinasi atau karya fiktif belaka.

Saya menduga film tersebut hanyalah sebuah karya biasa seperti kebanyakan film-film pada umumnya. Namun, dugaan saya ternyata keliru. Film yang saya tonton tersebut telah membuka teka-teki yang saya cari selama ini tentang isu spionase sebuah negara. Hal tersebut juga memperkuat keyakinan saya selama ini bahwa kita masih hidup dalam pengawasan sekelompok orang tertentu.

Nama filmya adalah From Paris With Love. Mungkin ada yang sudah pernah menontonnya. Film karya sutradara Pierre Morel (Prancis) ini dibintangi oleh James Reese (Jonathan Rhys Meyers), Charlie Wax (John Travolta), dan Caroline (Kasia Smutniak). Dirilis pada bulan Mei 2010, film itu menceritakan tentang pengalaman tokoh Reese yang berprofesi sebagai dinas intelejen AS. Ia ditugaskan untuk menjadi asisten duta besar AS untuk Perancis di Paris. Tugas asisten duta besar ternyata tidak hanya menyiapkan keprotokoleran saja untuk duta besar, lebih dari itu.

Salah satu adegan utama yang memunculkan inspirasi saya untuk menulis tulisan ini adalah pada saat Reese diminta untuk memasang alat sadap di kantor luar negeri Perancis. Kira-kira tujuan dari pemasangan alat tersebut adalah untuk mengumpulkan informasi terkait dengan aktifitas negara Perancis. Sebenarnya ceritanya cukup panjang untuk ditulis di sini, namun akan saya ringkas poin utamanya, paling tidak ada tiga genre yang dilibatkan dalam isi cerita film itu.

  • Romance: Ini digambarkan dengan adanya hubungan asmara antara Reese dengan Caroline. Konflik perasaan dalam film ini terasa ketika Reese mengetahui bahwa kekasihnya merupakan anggota dari komplotan teroris yang tengah diburunya. Dalam perjalanan cinta mereka, tersirat bahwa sang kekasih hanya memanfaatkan Reece untuk memantau tindak-tanduk pemerintahan Amerika di Paris.
  • Action: Reese dan Wax adalah dua partner intelejen AS yang sama-sama ditugaskan untuk mencegah aksi terorisme. Keduanya terlibat tembak-menembak dan pengejaran ke sarang teroris di Paris, setelah mengetahui bahwa Caroline adalah salah satu dari kawanan teroris.
  • Patriotism: Jika disimpulkan cerita dalam film ini berakhir pada sikap patriotisme dari tokoh Reese. Meskipun menghadapi dilema antara profesionalitas dan rasa cintanya pada sang kekasih, Reese bertekad untuk tetap menyelesaikan tugasnya. Karena tetap saja nasionalisme di atas segala-galanya.

Terlepas dari keseluruhan isi cerita yang ditampilkan dalam film tersebut. Ternyata bagian terpenting dari film itu sungguh terjadi dalam kehidupan kita sekarang.

Tentu masih ingat pemberitaan media masa dunia baru-baru ini tentang isu skandal penyadapan yang dilakukan oleh AS. Sebagimana kita ketahui melalui berbagai berita di dunia bahwa sejumlah negara merasa kecewa dengan tindakan AS setelah mendapat informasi bahwa AS menyadap data komunikasi dan percakapan telepon warganya. Negara-negara yang komplain antara lain Jerman, Perancis, Brazil, Mexiko, Spanyol, China dan Malaysia.

Skandal tersebut terungkap setelah mantan pekerja Badan Keamanan Amerika (NSA) yang bernama Edward Snowden membelot dan membeberkan laporan rahasia tentang kegiatan penyadapan komunikasi terhadap orang-orang yang dicurigai sebagai teroris dan orang-orang penting petinggi negara di dunia oleh AS. AS sepertinya tidak sendirian dalam melakukan aksi spionasenya tersebut. Ini diperkuat oleh laporan dari surat kabar Australia, Sunday Morning Herald. Laporan itu menulis tentang kerja sama operasi Five Eyes yang dilakukan AS bersama negara berbahasa Inggris lainnya yaitu Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Aksi spionase memang bukanlah hal yang baru dalam dunia intelejen. Hampir semua negara, bahkan organisasi swasta dan bisnis pun memilikinya. Terkenal pula organisasi intelejen di tingkat dunia seperti CIA (AS), KGB (Uni Soviet/Rusia), MI-6 (Inggris), Mossad (Israel). Kira-kira bagaimana dengan Indonesia? Apakah juga ikut menjadi korban penyadapan? Sekiranya kementerian luar negeri kita baru-baru ini telah memanggil perwakilan intelejen AS dan kedutaan besar Australia untuk dimintai klarifikasi. Jika itu benar adanya maka cukuplah sudah kita hanya bisa menjadi penonton saja. Rasanya sangat sulit mencegah kejadian tersebut terulang karena penyadapan yang digunakan sekarang bisa jadi lebih canggih. Sepertihalnya alat-alat yang digunakan dalam film James Bond atau Men In Black. Cara kerja spoinase jaman sekarang tentu lebih canggih dari itu.

Kita pun sendiri mungkin juga pernah melakukannya. Contoh aksi spionase yang paling sederhana adalah stalking. Aksi ini biasa dilakukan oleh para pengguna internet di media jejaring sosial. Tujuannya bermacam-macam, ada yang cuma melihat-lihat profil pengguna akun facebook misalnya, melihat status dan komen pengguna lain, dan melacak informasi pribadi lainnya.

Seandianya kegiatan spionase melibatkan negara mungkin AS adalah rajanya karena mereka memiliki sejumlah puluhan bahkan ratusan perusahaan IT, yang menyediakan akses ke jaringan internet. Sebutlah contoh perusahaan raksasa IT di dunia yaitu Google dan Facebook. Kedua perusahaan tersebut memiliki miliaran pengguna dan tentu saja terdapat arus informasi data yang bertebaran di dalam sistem kendali mereka yang jumlahnya miliaran bahkan triliunan data. Mereka bisa saja diminta otoritas di sana untuk mengawasi arus informasi pengguna yang dianggap berbahaya atau kepentingan lain dengan dalih untuk keamanan negara, who knows?

Tags: , , , ,

 
2,778

Ciuss Miapa: Celoteh Polemik Menggugat KIK

Posted by Gamada 08 on Nov 18, 2012 in Trending

Baru-baru ini keheningan civitas akademika UGM terusik. Rupa-rupanya ada yang marah dengan salah satu kebijakan yang diterapkan UGM. Salah satu kebijakan yang diributkan akhir-akhir ini merebak di media masa adalah tentang disinsentif parkir atau lebih dikenal dengan KIK (Kartu Idenditas Kendaraan).

Pada intinya, KIK merupakan suatu instrumen berbentuk kartu yang dikeluarkan UGM yang fungsinya untuk mengendalikan jumlah kendaraan parkir dan pencemaran udara oleh kendaraan bermotor di lingkungan kampus UGM.  Dengan kartu tersebut, pemilik kendaraan yang nomornya tercantum dalam KIK bisa memarkirkan kendaraanya di lokasi tertentu yang disediakan kampus UGM.

Ide dasar penerbitan KIK adalah sebagai upaya UGM untuk menjadi kampus educopolis. UGM ingin menciptakan suasana kampus yang nyaman dan kondusif bagi setiap civitas akademika kampus yang beraktivitas di lingkungan UGM. Dampak dari pemberlakukan KIK memang cukup beragam. Bagi civitas akademika kampus UGM kebijakan tersebut banyak yang menguntungkan, namun kurang menguntungkan bagi pihak lain. Manfaat yang dirasakan civitas akademika kampus UGM jelas yaitu rasa aman untuk memarkir kendaraannya di lingkungan kampus, rasa nyaman untuk menikmati sarana dan prasarana di lingkungan kampus, rasa nyaman karena bisa melihat suasana kampus yang bersih, teratur parkirnya dan bisa mendorong munculnya ide-ide kreatif atau inovasi.

Kenyamanan yang saya rasakan dan civitas akademika kampus UGM yang lain mungkin membuat orang lain tidak senang. Buktinya ada pihak yang menggugat kebijakan KIK yang diterapkan UGM. Pihak penggugat beralasan KIK melanggar hukum atau HAM karena melarang selain orang UGM masuk ke sana. Iyo po?

Dari pengalaman pribadi, KIK relatif banyak memberikan dampak positif bagi saya. Saya kuliah di UGM pada tahun ajaran 2008/2009. Pada awal saat saya masuk di lingkungan kampus UGM saya merasakan kondisi yang benar-benar mengharukan. Di sana-sini ada banyak orang berlalu lalang, bukan mahasiswa lebih tepatnya adalah pelancong. Ya banyak pelancong di UGM karena sebagian besar mahasiswa berasal dari berbagai wilayah di Indonesia maka status mereka bisa menjadi pelancong kalau sedang tidak lagi kuliah. Nah karena ada banyak pelancong maka hal tersebut menarik perhatian kaum pedagang. Pedagang menggelar makanan dan minuman di sepanjang jalan menuju UGM. Iya, benar- benar seperti tempat wisata yang pernah kita lihat di tempat-tempat lainnya. Sepertinya pada saat itu wajah UGM sebagai kampus seolah-olah hilang dengan hiruk pikuknya orang berlalu lalang, baik yang berjalan, bersepeda, bermobil, berbecak, berbis, dll. Akan tetapi, dua tahun berikutnya saya melihat kempus UGM mulai berbenah.

Sebetulnya sebelum kebijakan KIK diterapkan, civitas akademika kampus UGM seolah-olah terbelah menjadi dua kelompok yaitu kelompok yang setuju dengan penerapan KIK dan kelompok yang tidak mendukung KIK. Kelompok yang tidak mendukung KIK berargumen bahwa KIK merupakan suatu bentuk komersialisasi kampus dan ujung-ujungnya dikaitkan dengan isu kapitalisme.

Saya pribadi kurang sependapat dengan kelompok kedua. Apalagi bentuk ketidaksetujuan mereka diekspresikan lewat demonstrasi. Walaupun, hal tersebut dilakukan dalam masa yang tidak besar, saya pikir tindakan tersebut bukan membawa solusi justru yang mereka hasilkan adalah sensasi, seperti media di televisi yang cuma caper.

Saya mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan pihak kampus untuk menuju kampus educopolis. Ketika beberapa pihak menyoroti tentang dampak sosial ekonomi pascaimplementasi KIK, pihak kampus sudah dahulu menyipkan lokasi khusus bagi pedagang-pedagang yang dahulu bertebaran mencari rezeki di linkungan kampus UGM. Jika dahulu pada saat saya pertama kali masuk di lingkungan kampus UGM saya bisa menemukan dengan mudah warung makan dadakan di sepanjang jalan menuju GSP (Graha Sabha Pramana) maka sejak diimplementasikannya KIK para pedagang menempati area khusus tempat berjualan yang berlokasi di barat gelanggang mahasiswa. Hal tersebut disamping memudahkan mahasiswa menemukan makanan favorit, tentu juga memberikan nilai ekonomi bagi pedagang.

Nah untuk mereka yang bukan orang UGM masih bisa kok lewat di UGM. Dan mereka juga tidak disuruh membayar. Kalau kebijakannya belum berubah, setahu saya setiap kendaraan yang melintas di wilayah UGM yang tidak punya KIK melalui portal masuk maka akan diberikan karcis. Nah, saat kembali ke portal keluar dari UGM tunjukkan karcisnya pada petugas, jangan sampai hilang. Kalau hilang nanti brabe ditanyaain ini itu. Wis.

Tags:

Copyright © 2016 Both, Play Hard Work Hard All rights reserved. Theme by Laptop Geek.